
Minyak Kembali Melonjak saat Kekhawatiran Pasokan Bertahan
Harga Minyak menguat pada Selasa setelah penurunan pada sesi sebelumnya hanya menjadi jeda singkat di tengah lonjakan berkepanjangan yang dipicu perang AS–Israel melawan Iran. Pasar kembali fokus pada risiko gangguan pasokan, terutama karena jalur energi paling vital dunia masih berada dalam tekanan keamanan tinggi.
Minyak acuan global Brent tetap bertahan di atas level psikologis $100 per barel karena Selat Hormuz masih efektif “tertutup” akibat langkah Teheran. Pada perdagangan Selasa sore waktu AS, Brent naik sekitar 3,2% ke $103,38, sementara WTI naik sekitar 3,1% ke $95,31.
Kedua kontrak sempat melemah pada Senin setelah muncul laporan bahwa sejumlah kapal berhasil melintasi jalur tersebut. Namun Pasar menilai itu belum cukup untuk mengubah gambaran besar, karena arus pelayaran tetap sangat terbatas dan risiko serangan masih tinggi.
Penutupan de facto Hormuz bertahan setelah permintaan Presiden Donald Trump agar sekutu membantu mengamankan jalur itu banyak ditolak. Trump pada Selasa mengkritik negara-negara NATO karena minimnya bantuan. Di sisi lain, Teheran meningkatkan tekanan dengan mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintas membawa barang yang menguntungkan AS atau sekutunya.
Perusahaan pelayaran kontainer, yang khawatir pada keselamatan kru dan kesulitan mendapatkan perlindungan asuransi, mulai menghentikan pelayaran melalui selat tersebut. Produsen besar di Teluk Persia juga berupaya mengalihkan rute pengiriman atau menurunkan output untuk menyesuaikan hambatan logistik.
Di lapangan, risiko keamanan kembali disorot setelah sebuah proyektil dilaporkan mengenai tanker yang sedang berlabuh dekat pelabuhan di Uni Emirat Arab. Laporan menyebut kapal yang berada di sekitar pelabuhan Fujairah—di sisi selatan Hormuz—mengalami kerusakan ringan, namun insiden itu menegaskan bahwa ancaman terhadap shipping belum mereda.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Strategi Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.