
Euro Naik Tipis, Dolar Tunggu CPI
Euro bergerak sedikit menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan Eropa hari Selasa (14/7). EUR/USD naik ke sekitar level 1,1395, didorong oleh pelemahan Dolar menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat untuk bulan Juni.
Indeks Dolar AS atau DXY melemah 0,13% ke sekitar 101,15. Pasar memilih berhati-hati karena data CPI AS akan menjadi petunjuk penting untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Investor semakin fokus pada inflasi setelah risalah FOMC bulan Juni menunjukkan bahwa pejabat The Fed masih melihat inflasi tinggi sebagai risiko utama. Gubernur The Fed Christopher Waller juga memperingatkan bahwa bank sentral perlu mempertimbangkan pengetatan kebijakan jika inflasi inti kembali panas.
Pasar memperkirakan inflasi utama AS turun ke 3,8% secara tahunan pada Juni dari 4,2% pada Mei. Sementara itu, core CPI diperkirakan tetap stabil di 2,9% secara tahunan. Secara bulanan, inflasi utama diproyeksikan turun 0,1%, sedangkan inflasi inti diperkirakan tetap naik 0,2%.
Selain data CPI, investor juga menunggu testimoni Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres. Namun, Warsh diperkirakan tidak akan memberi arahan yang terlalu jelas soal suku bunga, karena sebelumnya ia menegaskan bahwa forward guidance kurang cocok untuk kondisi kebijakan saat ini.
Dari sisi Eropa, Pasar masih mencari sinyal apakah European Central Bank akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini. Analis MUFG memperkirakan ECB dapat menaikkan suku bunga 25 basis poin pada September. Dampaknya, EUR/USD masih berpotensi bergerak volatil, terutama jika data CPI AS keluar berbeda dari ekspektasi Pasar. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.