
Dolar Terkoreksi Jelang Data CPI dan Kesaksian Warsh
Dolar AS sedikit melemah tapi masih bergerak di dekat level tertinggi 13 bulan pada perdagangan Selasa (14/7), menjelang rilis data inflasi AS dan testimoni pertama Ketua The Fed Kevin Warsh di hadapan Kongres. Pasar kini lebih sensitif terhadap data CPI karena ketegangan Timur Tengah kembali mendorong harga Minyak naik tajam.
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Teluk membuat arus kapal melalui Selat Hormuz hampir terhenti. Kondisi ini mendorong harga Minyak bergerak menuju US$90 per barel dan membuat investor mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga global pada tahun ini.
Kekhawatiran utama Pasar adalah dampak lonjakan Minyak terhadap inflasi. Jika harga energi terus naik, tekanan harga bisa kembali menguat dan membuat The Fed sulit menurunkan suku bunga. Bahkan, Pasar kini melihat peluang sekitar 20% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga pada Juli.
Ekspektasi tersebut mendorong imbal hasil Obligasi AS naik di atas 4,6%, level tertinggi sejak Mei, dan memberi dukungan tambahan bagi Dolar. Komentar Gubernur The Fed Christopher Waller juga menambah tekanan, setelah ia mengatakan suku bunga mungkin perlu dinaikkan dalam waktu dekat jika inflasi masih jauh di atas target 2%.
Di Pasar mata uang, euro naik tipis 0,2% ke US$1,1399, sementara poundsterling juga menguat 0,2% ke US$1,337. Namun, volatilitas mata uang meningkat karena trader mulai melindungi posisi mereka dari potensi pergerakan besar setelah rilis data inflasi AS.
Sementara itu, yen Jepang masih berada dekat level terlemah dalam 40 tahun meski sempat menguat tipis ke 162,27 per Dolar AS. Pelaku Pasar tetap waspada terhadap potensi intervensi dari otoritas Jepang, terutama setelah muncul komentar bahwa Pemerintah dapat meninjau alokasi aset dana pensiun negara jika kondisi Pasar berubah tajam. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.