
Bestprofit Futures Pusat
Bestprofit Futures
Bestprofit Futures Pusat
Bestprofit Futures Pusat
Harga
Emas melanjutkan Penguatan dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga
bulan setelah langkah agresif Departemen Keuangan AS di Pasar Obligasi kembali
memicu kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Amerika dan dampaknya terhadap
Dolar. Safe haven. Harga Emas naik hingga 1,2% menembus US$4.650 per ons, level intraday
tertinggi sejak pertengahan Mei. Reli
Emas semakin kuat setelah Treasury AS secara mengejutkan meningkatkan program
buyback Obligasi Pemerintah jangka panjang. Langkah tersebut sempat menekan
yield Treasury dan melemahkan Dolar, sehingga meningkatkan daya tarik Emas
sebagai aset lindung nilai. Dalam sepekan terakhir, Emas telah mencatat
kenaikan lebih dari 5% dan membukukan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Logam mulia. Kebijakan
intervensi langsung terhadap Pasar Obligasi kembali menghidupkan kekhawatiran
mengenai inflasi, pelemahan Dolar, serta keberlanjutan utang Pemerintah AS. Kondisi tersebut memunculkan kembali narasi debasement trade, yaitu perpindahan
investor ke aset yang dianggap mampu menjaga nilai ketika mata uang mengalami
tekanan. Menurut
Justin Lin dari Global X ETFs,terdapat peluang aliran dana makro berpindah lebih besar ke logam mulia akibat
meningkatnya kekhawatiran terhadap pelemahan nilai mata uang. Sentimen tersebut
juga diperkuat oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang membuka
kemungkinan memperluas program buyback Obligasi untuk menekan biaya utang
Pemerintah. Inflasi. Permintaan
investor terhadap Emas juga semakin terlihat melalui produk Instrumen Investasi berbasis
Emas. ETF Emas yang dipantau Bloomberg mencatat tambahan lebih dari 28 ton
sepanjang pekan lalu, menjadi arus masuk terbesar sejak Januari. Selain itu,
aktivitas opsi call pada SPDR Gold Shares meningkat ke level tertinggi sejak
Maret, menunjukkan investor mulai bertaruh terhadap kelanjutan kenaikan harga
Emas. Analisis
Newsmaker:Emas saat ini mendapatkan
dukungan kuat dari kombinasi pelemahan Dolar, kekhawatiran utang AS, dan
meningkatnya permintaan safe haven. Hedging. Namun, setelah reli tajam dalam beberapa
sesi terakhir, potensi konsolidasi tetap perlu diwaspadai. Risiko utama bagi Emas
berasal dari kemungkinan kenaikan kembali real yield Treasury atau Penguatan
Dolar AS. Selama Pasar masih melihat kebijakan Treasury sebagai tanda tekanan
fiskal, tren bullish Emas masih memiliki peluang untuk berlanjut.(yds)
Minyak Tertekan, Altivitas Hormuz Redam Kekhawatiran Pasokan
Emas Tembus Tertinggi Tiga Bulan, Safe Haven Kembali Diburu
Dolar Bertahan Dekat Terendah 3 Bulan, Fokus Utang AS dan Iran
Nikkei Melemah 0,69%, saham Teknologi dan Transportasi Tertekan
Emas Tembus US$4.650, Yield Rendah dan Dolar Lemah Jadi Penopang
Franc Swiss Menguat, Dolar AS Tertekan Kebijakan Buyback Treasury
Minyak Turun ke US$86, Pasar Tunggu Sanksi Baru AS ke Iran
Emas Dekat Level Tertinggi Tiga Bulan, Debasement Trade Kembali Jadi Sorotan
Hang Seng Anjlok 2,1%, Saham Teknologi Jadi Beban Utama
Emas Tembus Tertinggi Tiga Bulan, Safe Haven Kembali Diburu
Emas Tembus US$4.650, Yield Rendah dan Dolar Lemah Jadi Penopang
Emas Dekat Level Tertinggi Tiga Bulan, Debasement Trade Kembali Jadi Sorotan
Gold on Track for Third Weekly Rally; US Moves Act as Key Catalyst
Gold Holds Above US$4,500; Weak Dollar and Treasury Buybacks Fuel Rally
Market & Economic IntelligencePlatform Insight On Macro,Commodities, Equities & Policy