
Pound Kehilangan Momentum di Tengah Drama suku bunga
Pound sterling melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan Senin (3/8). GBP/USD bergerak di kisaran 1,3450–1,3460, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi harian sekitar 1,3506. Penguatan Dolar membuat pound mengakhiri kenaikan selama tiga sesi berturut-turut.
Dolar mendapat dukungan setelah aktivitas manufaktur AS tumbuh lebih kuat dari perkiraan. Indeks ISM Manufacturing PMI melonjak menjadi 55,6 pada Juli, dari 53,3 pada Juni, sekaligus mencapai level tertinggi sejak Mei 2022. Data tersebut menunjukkan ekonomi AS masih mampu bertahan menghadapi suku bunga tinggi.
Indeks Dolar masih bergerak di sekitar 99,7, meski pemulihannya terbatas oleh intervensi bersama Amerika Serikat dan Jepang untuk memperkuat yen. Ancaman tindakan lanjutan membuat pelaku Pasar berhati-hati menambah posisi beli Dolar, terutama terhadap mata uang Jepang.
Dari Inggris, investor mencermati kebijakan fiskal pemerintahan baru Perdana Menteri Andy Burnham. Pemerintah meminta sejumlah kementerian melakukan penghematan untuk memenuhi komitmen belanja, sehingga kekhawatiran terhadap pertumbuhan dan kondisi anggaran masih membatasi Penguatan sterling.
Sentimen geopolitik juga mulai mereda setelah Presiden Donald Trump membatalkan serangan terhadap Iran dan kembali memilih jalur diplomasi. Harapan pembukaan Selat Hormuz menekan harga Minyak hingga di bawah US$80 per barel, membantu meredakan kekhawatiran Laporan Inflasi global.
Analisis Newsmaker: GBP/USD masih rawan tertekan selama tertahan di bawah 1,3500–1,3510. Penurunan di bawah 1,3430 dapat membuka jalan menuju 1,3400. Sebaliknya, penembusan 1,3510 diperlukan untuk menghidupkan kembali momentum Penguatan pound. Data AS yang solid mendukung Dolar, tetapi intervensi yen dan turunnya Minyak dapat membatasi kenaikannya.(arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.