
Minyak Turun Setelah Kesepakatan AS-Iran Dibaca Pasar
Harga Minyak melemah pada Kamis (17/6) setelah AS dan Iran menandatangani memorandum kesepahaman yang mencakup penghentian perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Brent turun 2,7% ke $77,38 per barel, sementara WTI melemah 3,7% ke $74,00 per barel. Kedua kontrak menyentuh level terendah sejak awal Maret.
Tekanan jual kembali muncul setelah Pasar menilai kesepakatan tersebut dapat memulihkan arus energi dari kawasan Teluk. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan Minyak dan LNG dunia, sehingga pembukaannya berpotensi mengurangi risiko gangguan pasokan yang sebelumnya mendorong harga energi lebih tinggi.
Minyak kini turun dalam lima dari enam sesi terakhir dan melemah hampir 11% sepanjang pekan ini. Meski begitu, sejumlah analis menilai harga belum tentu turun tajam lebih lanjut karena pemulihan lalu lintas kapal di Hormuz dapat berjalan bertahap dan premi risiko geopolitik masih belum sepenuhnya hilang.
Prospek tambahan pasokan Iran menjadi faktor utama yang menekan Pasar. Kesepakatan awal itu juga mencakup pelonggaran bertahap terhadap pembatasan penjualan Minyak Iran, sehingga investor mulai memperhitungkan kemungkinan kembalinya lebih banyak barel ke Pasar global.
International Energy Agency memperkirakan Pasar Minyak dapat masuk ke fase surplus besar jika produksi Timur Tengah pulih penuh. Pasokan global diproyeksikan bertambah sekitar 8 juta barel per hari pada 2026–2027, jauh di atas pertumbuhan permintaan sekitar 2 juta barel per hari, sehingga berpotensi menciptakan surplus lebih dari 5 juta barel per hari pada 2027.
Selain faktor pasokan, Pasar juga menimbang keputusan Federal Reserve. The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi memberi sinyal peluang kenaikan pada akhir tahun. suku bunga tinggi dapat menekan aktivitas ekonomi dan berisiko melemahkan permintaan Minyak, sehingga menambah tekanan pada harga crude. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.