
Euro Tertekan Usai CPI AS Panas, Dolar Menguat
Euro melemah terhadap Dolar AS pada awal sesi Asia Rabu (13/5), dengan EUR/USD turun ke sekitar 1,1735 setelah data inflasi AS keluar lebih tinggi dari perkiraan dan memperkuat Dolar.
Data BLS menunjukkan CPI AS April naik 3,8% (yoy) dari 3,3% pada Maret, tertinggi sejak Mei 2023 dan di atas konsensus 3,7%. Secara bulanan, CPI naik 0,6% (mom), melambat dari 0,9% pada Maret namun masih sesuai ekspektasi.
Inflasi inti juga tetap solid: core CPI naik 0,4% (mom) dan 2,8% (yoy). Kombinasi ini mendorong spekulasi bahwa The Fed bisa kembali menaikkan Rate Moneter tahun ini, yang pada umumnya menopang USD dan menekan EUR/USD.
Dari Eropa, komentar pejabat ECB memberi penahan pelemahan euro. Presiden Bundesbank Joachim Nagel menilai kemungkinan kenaikan suku bunga makin besar seiring dampak perang Iran, sementara anggota Dewan Gubernur ECB Martin Kocher mengatakan tidak perlu menunda kenaikan bila harga energi tidak cepat membaik.
Pasar kini menunggu rilis Producer Price Index (PPI) AS April sebagai petunjuk lanjutan arah inflasi. Di saat yang sama, ekspektasi Pasar tetap condong hawkish untuk ECB, dengan probabilitas 92% kenaikan 25 BPS pada pertemuan Juni, dan total tiga kali kenaikan diperkirakan hingga akhir 2026.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.