
Minyak Turun, Sinyal Transit Hormuz Redakan Premi Risiko Pasokan
Harga Minyak melemah pada Kamis (14/5) setelah media Pemerintah Iran menyebut sekitar 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz dalam beberapa jam terakhir, sementara kantor berita semi-resmi Fars mengutip sumber yang mengatakan Iran mulai mengizinkan transit bagi sebagian kapal China. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran Pasar bahwa arteri energi utama tersebut akan tetap tersumbat total di tengah perang Iran.
Brent sempat menyentuh US$107,13 per barel sebelum berbalik turun 60 sen atau 0,6% menjadi US$105,03 per barel pada 14:22 GMT. WTI turun 52 sen atau 0,5% ke US$100,50. Sehari sebelumnya, kedua kontrak juga melemah karena kekhawatiran Pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga AS, ketika kenaikan harga bahan bakar berisiko memperkuat tekanan inflasi.
Dari sisi geopolitik, Gedung Putih menyatakan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka demi kelancaran arus energi. Menurut Gedung Putih, Xi juga menyampaikan minat membeli lebih banyak Minyak AS untuk mengurangi ketergantungan China pada Hormuz, meski China disebut belum mengimpor Minyak AS sejak Mei 2025 setelah Tarif impor 20% diberlakukan dalam perang dagang.
Meski ada sinyal pelonggaran transit, latar risiko pasokan masih tinggi karena Hormuz “sebagian besar” tertutup sejak perang pecah pada akhir Februari, dan Iran disebut memperketat kontrol dengan menjalin kesepakatan pengiriman Minyak dan LNG bersama Irak dan Pakistan. Data pelayaran menunjukkan beberapa kapal berhasil melintas, termasuk supertanker China yang membawa 2 juta barel Minyak Irak pada Rabu, serta kapal tanker berbendera Panama yang dikelola Eneos yang terpantau lewat pada Kamis.
Di sisi fundamental, IEA memperkirakan pasokan Minyak global tahun ini akan defisit terhadap permintaan karena persediaan terkuras cepat, sementara di AS, EIA melaporkan stok Minyak mentah turun 4,3 juta barel menjadi 452,9 juta barel pada pekan yang berakhir 8 Mei di tengah kenaikan ekspor, meski stok distilat justru naik berlawanan dengan ekspektasi penurunan.(yds)
Source: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.