
Yen Melemah, Intervensi Jepang Berpotensi Menahan Kenaikan USD/JPY
USD/JPY menguat ke sekitar 157,15 pada sesi Eropa awal Senin (11/05), seiring Dolar cenderung menguat di tengah meningkatnya kekhawatiran konflik Timur Tengah yang mendorong arus ke aset aman. Di saat yang sama, yen melemah, membuat Pasar kembali menimbang keseimbangan antara Penguatan Dolar global dan risiko respons kebijakan dari Jepang.
Ketegangan kawasan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran. Laporan menyebut proposal tersebut mencakup penghentian perang di berbagai front, penghentian blokade laut AS, serta jaminan tidak ada serangan lanjutan terhadap Iran, sementara perkembangan ini ikut mendorong harga Minyak naik dan menambah tekanan pada mata uang negara pengimpor energi.
Namun, ruang kenaikan USD/JPY dinilai bisa terbatas oleh ancaman intervensi yang kembali menguat dari otoritas Jepang. Pejabat Jepang dilaporkan kembali melakukan intervensi selama periode Golden Week, dengan estimasi biaya sekitar ¥4 triliun hingga ¥5 triliun (sekitar $32 miliar), mempertegas bahwa Pemerintah masih siap bertindak saat volatilitas yen dinilai berlebihan.
Pejabat valas tertinggi Jepang Atsushi Mimura pekan lalu menyatakan intervensi tetap mungkin dilakukan, seraya menambahkan aturan IMF tidak membatasi seberapa sering intervensi bisa dijalankan. Pesan ini menjaga “premi risiko” intervensi tetap tinggi, terutama ketika USD/JPY mendekati area psikologis yang sensitif.
Sejumlah pelaku Pasar menilai risiko intervensi dan peringatan resmi membuat posisi mengejar pelemahan yen kurang menarik ketika pasangan mendekati 160, meski tekanan struktural masih membatasi peluang Penguatan yen yang berkelanjutan. Fokus Pasar berikutnya akan tertuju pada dinamika ketegangan Timur Tengah, pergerakan harga Minyak, serta intensitas sinyal dan tindakan otoritas Jepang ketika USD/JPY mendekati level-level sebelumnya. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.