Analisis Perak Bertahan, Pasar Waspada Risiko Inflasi Energi - Data Pasar 2026-04-29

Analisis Perak Bertahan, Pasar Waspada Risiko Inflasi Energi - Data Pasar 2026-04-29

Perak Bertahan, Pasar Waspada Risiko Inflasi Energi

Harga Perak bergerak stabil di sekitar US$73/oz pada Rabu (28/4) setelah turun lebih dari 3% pada sesi sebelumnya. Pelemahan terjadi saat Pasar menilai kebuntuan pembicaraan damai AS–Iran dan penutupan Selat Hormuz masih menjaga risiko inflasi tetap tinggi.
Ketidakpastian geopolitik kembali menjadi penggerak utama. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran meminta AS mencabut blokade angkatan laut di Selat Hormuz selama negosiasi untuk mengakhiri konflik berlangsung. Di sisi pasokan, gangguan pelayaran di jalur tersebut membuat suplai energi dari Timur Tengah tetap ketat.
Selat Hormuz sendiri biasanya menyalurkan sekitar 20% arus Crude Oil global. Penutupan yang berkepanjangan memicu lonjakan biaya energi yang oleh International Energy Agency (IEA) disebut sebagai guncangan pasokan terbesar yang pernah tercatat, memperbesar tekanan inflasi di banyak negara importir energi.
Bagi logam mulia non-yielding seperti Perak, risiko inflasi ini memberi efek yang cenderung menekan lewat jalur kebijakan moneter. Pasar semakin mem-price-in kemungkinan bank sentral mempertahankan Kebijakan suku bunga lebih tinggi lebih lama atau bahkan mengetatkan lebih lanjut, yang biasanya mengurangi daya tarik aset yang tidak memberi imbal hasil.
Pekan ini, Bank of Japan sudah menahan suku bunga, sementara keputusan kebijakan dari The Fed, ECB, Bank of England, dan Bank of Canada akan menjadi katalis berikutnya. Nada bank sentral terhadap risiko inflasi energi akan menentukan arah Dolar, yield, serta ruang pemulihan Perak.
Dalam jangka sangat dekat, pergerakan Perak diperkirakan tetap sensitif terhadap dua variabel: perkembangan diplomasi AS–Iran (yang memengaruhi premi risiko energi) dan sinyal bank sentral terkait jalur suku bunga.(asd)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.