
Yen Melemah Dibayangi Kekhawatiran Intervensi
Pada hari Jumat (26/12), yen Jepang melemah terhadap Dolar AS meskipun ada potensi intervensi yang diwaspadai oleh para pedagang. Meskipun Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga pekan lalu, kekhawatiran tentang kebijakan fiskal yang ekspansif di Jepang membuat yen tetap berada pada posisi yang kurang menguntungkan. Pemerintah Jepang juga mengusulkan pengeluaran rekor untuk tahun fiskal berikutnya, namun menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan perekonomian yang sedang berjuang dengan inflasi yang tetap di atas target BOJ.
Data inflasi konsumen yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa inflasi inti di Tokyo melambat pada bulan Desember, tetapi tetap berada di atas target 2% yang ditetapkan oleh BOJ. Ini semakin memperkuat alasan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, Gubernur BOJ Kazuo Ueda menegaskan bahwa BOJ siap untuk melanjutkan kenaikan suku bunga, tetapi yen terus menghadapi tekanan. Pemerintah Jepang juga mengeluarkan peringatan kuat tentang kesiapan mereka untuk melakukan intervensi jika diperlukan untuk menghentikan penurunan tajam yen.
Sementara itu, Dolar AS sedikit melemah terhadap euro dan poundsterling, meskipun prospek pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun 2026 masih mendukung Pasar. Di sisi lain, Pasar mata uang kripto mencatatkan kenaikan, dengan bitcoin naik 0,5% menjadi $88.288. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Platform Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.