
Minyak Tertekan, Pembukaan Hormuz Redam Premi Risiko
Harga Minyak bergerak stabil pada perdagangan Jumat dan hanya sedikit berubah sepanjang pekan ini. Pelaku Pasar masih menjaga harapan bahwa upaya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran dapat berjalan, sehingga risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah mulai mereda.
Harga Brent turun 4 sen atau 0,06% ke level US$71,76 per barel pada pukul 11.32 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI melemah 20 sen atau 0,29% ke posisi US$68,49 per barel. Sepanjang pekan ini, Brent turun 0,3%, sedangkan WTI melemah sekitar 1,1%.
Pada Kamis, kedua harga acuan Minyak sempat menyentuh level terendah sejak sebelum perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari. Tekanan terhadap Minyak muncul karena Pasar berharap Selat Hormuz dapat dibuka kembali sepenuhnya, seiring berlanjutnya pembicaraan perdamaian AS-Iran.
Analis Citi menilai proses kesepakatan AS-Iran masih rapuh, tetapi tetap berjalan untuk saat ini. Isu Tarif dan pengelolaan Selat Hormuz masih menjadi perdebatan. Namun, nota kesepahaman diperkirakan tetap berlaku karena kedua pihak dinilai belum memiliki dorongan kuat untuk membatalkannya.
Sebagian pengiriman Minyak telah kembali berjalan melalui Selat Hormuz sesuai kesepakatan awal AS-Iran. Meski begitu, ketidakpastian masih tinggi setelah kedua negara saling melakukan serangan pada akhir pekan lalu, menyusul serangan Iran terhadap sebuah kapal kargo.
Dengan peluang pengiriman yang mulai pulih, produsen Teluk berupaya meningkatkan produksi. Produksi Minyak Kuwait naik tajam menjadi 1,65 juta barel per hari pada Juni dari 580.000 barel per hari pada Mei. Selain itu, sedikitnya lima supertanker yang membawa total 10 juta barel Minyak Saudi telah keluar dari Selat Hormuz, sementara Saudi Aramco beralih ke harga spot untuk mempercepat penjualan ke Asia.
Dari sisi market analis, pemulihan harga Minyak yang berkelanjutan kemungkinan baru terjadi setelah pasokan yang tertahan di kapal tanker dan penyimpanan berhasil diserap Pasar. Seiring meningkatnya ketersediaan pasokan, struktur Pasar berubah dari backwardation menjadi contango, yang mencerminkan berkurangnya ekspektasi kekurangan pasokan di masa depan.(gn)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.