
Perak Turun di Bawah $75, Minyak Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun
Harga Perak turun di bawah $75 per ons pada sesi Kamis (21/5), dipicu memudarnya harapan kesepakatan damai AS-Iran setelah laporan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, memerintahkan agar uranium negara tetap berada di dalam negeri. Arahan ini bertentangan dengan klaim pejabat Israel bahwa uranium tingkat tinggi Iran harus dipindahkan sebagai syarat kesepakatan damai.
Sementara itu, Iran dilaporkan mempercepat pemulihan kapasitas militernya lebih cepat dari perkiraan, menimbulkan kekhawatiran potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Kekhawatiran ini mendorong harga Minyak kembali mendekati level tertinggi empat tahun, menambah tekanan inflasi global dan meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral, termasuk Fed, mungkin perlu mengetatkan kebijakan moneter lebih lanjut.
Risalah rapat terakhir Federal Reserve menunjukkan sebagian besar pejabat masih mempertimbangkan kenaikan Kebijakan suku bunga tahun ini jika inflasi tetap di atas target 2%, menegaskan sentimen hawkish di Pasar.
Harga Emas dan Perak kini bergerak di bawah tekanan, sementara Minyak Brent diperdagangkan di $108,60 per barel, dan WTI di $102,05 per barel pada sesi AS.
Variabel yang perlu dipantau: perkembangan negosiasi AS-Iran, harga energi global, inflasi, dan langkah kebijakan Fed berikutnya.(arl)
Sumber: newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.