
Minyak Stabil, Pasar Ragu Damai AS–Iran Pulihkan Arus Hormuz
Harga Minyak bergerak tipis pada Kamis setelah berbalik dari penurunan awal, seiring Pasar meragukan pembicaraan damai AS–Iran akan segera menghasilkan kesepakatan yang cukup kuat untuk memulihkan gangguan pasokan dari kawasan produsen utama Timur Tengah. Brent naik 9 sen ke US$95,02/barel pada 04.27 GMT, sementara WTI naik 44 sen ke US$91,73/barel.
Kehati-hatian Pasar berakar pada risiko Selat Hormuz yang masih menjadi titik tekan utama. Konflik AS–Israel dengan Iran disebut memicu gangguan terbesar sepanjang sejarah pada pasokan Minyak dan gas global akibat terhambatnya lalu lintas di Hormuz—jalur yang biasanya mengangkut sekitar 20% aliran Minyak dan LNG dunia. Analis Fujitomi Securities menilai harapan de-eskalasi tetap ada, namun investor skeptis karena negosiasi AS–Iran kerap kembali buntu meski sempat terlihat maju.
Selama belum ada kesepakatan dan navigasi bebas di Hormuz belum pulih, volatilitas diperkirakan bertahan. Fujitomi memperkirakan WTI dapat terus berfluktuasi di rentang US$80–US$100/barel. ING menambahkan, sekitar 13 juta barel per hari aliran Minyak terdampak oleh penutupan selat setelah memperhitungkan pengalihan pipa dan terbatasnya tanker yang masih bisa melintas.
Di sisi geopolitik, risiko gangguan dapat meningkat setelah AS mengumumkan blokade pelabuhan-pelabuhan Iran menyusul kolapsnya pembicaraan damai pada akhir pekan. Meski demikian, sumber yang mengetahui posisi Teheran mengatakan Iran dapat mempertimbangkan membuka pelayaran melalui sisi Oman di Hormuz jika kesepakatan tercapai untuk mencegah konflik kembali pecah setelah gencatan senjata dua minggu yang dimulai 8 April. Pejabat AS dan Iran juga disebut menimbang kembali ke Pakistan untuk pembicaraan lanjutan paling cepat akhir pekan ini, sementara kepala militer Pakistan tiba di Teheran pada Rabu sebagai mediator.
Faktor kebijakan dan data pasokan mempertegas ketatnya Pasar fisik. Menkeu AS Scott Bessent mengatakan Washington tidak akan memperpanjang waiver yang memungkinkan pembelian sebagian Minyak Iran dan Rusia tanpa terkena sanksi AS. Di AS, EIA melaporkan persediaan Minyak mentah, bensin, dan distilat turun pekan lalu karena impor melemah dan ekspor melonjak, saat sejumlah negara mencari pasokan pengganti dari arus yang terganggu akibat Hormuz. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.