
Dolar Catat Pelemahan Terpanjang Sejak 2020
Dolar AS memperpanjang penurunan pada Rabu (15/4), melemah untuk hari kedelapan berturut-turut dan mencatat rangkaian penurunan terpanjang sejak Juni 2020. Pergerakan ini terjadi saat Pasar menilai Washington dan Teheran kian dekat ke arah perpanjangan gencatan senjata serta dimulainya kembali negosiasi menuju kesepakatan damai jangka lebih panjang.
Bloomberg Dollar Spot Index turun tipis kurang dari 0,1% pada Rabu, dengan pelemahan kumulatif sekitar 1,9% dalam delapan hari terakhir. Indeks tersebut kembali berada di kisaran level awal Maret, tak lama setelah perang Iran dimulai. Di Pasar Obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 3 basis poin ke 4,28%.
Reli aset berisiko turut mengiringi pelemahan Dolar, dengan Pasar saham global menguat dan indeks S&P 500 serta Nasdaq 100 mencetak rekor baru. MUFG menilai pelaku Pasar mulai mem-price in hasil yang positif dari konflik Timur Tengah, namun menyebut optimisme ini “sangat berlebihan.”
Menurut Derek Halpenny, kepala riset Pasar global EMEA di MUFG, pekan ini tampak menjadi fase ketika investor mulai meninggalkan posisi “long dollar” yang sebelumnya menjadi strategi awal setelah konflik pecah. Ia menyoroti Dolar tidak menguat sebesar ekspektasi sejak awal perang, sementara minat untuk menjual Dolar mulai meningkat—mengindikasikan fondasi fundamental Dolar dinilai lemah bahkan sebelum konflik terjadi.
Di Pasar valuta utama, mayoritas mata uang G-10 menguat terhadap Dolar, meski yen tertinggal dibandingkan mata uang lain. EUR/USD bergerak datar di 1,1796 setelah menguat tujuh hari beruntun, sementara GBP/USD stabil di 1,3565. USD/JPY kembali naik, menguat untuk keempat kalinya dalam lima hari ke 158,98, setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan telah berdiskusi intens dengan Menkeu AS Scott Bessent dan otoritas siap mengambil langkah “berani” bila diperlukan. USD/CHF naik 0,1% ke 0,7819, dengan pejabat Swiss National Bank Martin Schlegel menyatakan kesiapan intervensi valas meningkat.
Perhatian Pasar selanjutnya akan tertuju pada perkembangan konkret jalur gencatan senjata dan negosiasi AS–Iran, serta bagaimana perubahan selera risiko dan pergerakan imbal hasil AS mempengaruhi arah Dolar di Pasar G-10.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.