
Emas Naik Didorong Pelemahan Dolar, Data Jobs Jadi Fokus
Harga Emas menguat pada Senin (9/5), terdorong pelemahan Dolar AS di tengah sikap waspada investor jelang pekan yang padat rilis data ekonomi Amerika—mulai dari tenaga kerja hingga inflasi—yang berpotensi memberi petunjuk baru soal arah kebijakan suku bunga The Fed.
Di Pasar spot, Emas naik 1,9% ke $5.056,21 per ons pada pukul 13:35 ET, melanjutkan reli sekitar 4% sejak Jumat. Kontrak Emas berjangka AS untuk pengiriman April juga ditutup naik 2% di $5.079,40 per ons.
Penguatan Emas kali ini terutama ditopang oleh pelemahan Dolar. indeks Dolar AS turun 0,8% ke level terendah lebih dari sepekan, membuat Emas berdenominasi greenback menjadi lebih “murah” bagi pembeli luar negeri. “Penggerak terbesar hari ini adalah Dolar AS,” kata Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, seraya menambahkan Pasar mulai membangun ekspektasi data ekonomi yang cenderung lemah, terutama dari sisi tenaga kerja.
Pasar kini memusatkan perhatian pada rangkaian data AS pekan ini: nonfarm payrolls (NFP), inflasi (CPI), dan klaim pengangguran awal. Rangkaian data tersebut dinilai penting untuk membaca ruang gerak The Fed, apalagi Pasar sudah mulai memperhitungkan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga 25 bps pada 2026. Berdasarkan jajak pendapat Reuters, NFP Januari diperkirakan bertambah 70.000. Secara teori, suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung Emas karena menurunkan “opportunity cost” memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Dukungan fundamental lain datang dari permintaan bank sentral. Data People’s Bank of China (PBoC) menunjukkan China memperpanjang tren pembelian Emas untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari. Eugenia Mykuliak, Founder & Executive Director B2PRIME Group, menilai permintaan bank sentral yang konsisten—dengan China sebagai pusatnya—kini menjadi “penstabil” sekaligus barometer Pasar, bahkan semakin membentuk “lantai struktural” bagi harga Emas.
Di sisi logam mulia lain, Perak melonjak lebih agresif. Harga Perak spot naik 6,3% ke $82,86 per ons setelah menguat hampir 10% pada sesi sebelumnya. Perak sempat mencetak rekor sepanjang masa di $121,64 pada 29 Januari. Melek menilai Perak masih rentan volatil karena defisit pasokan yang besar—bahkan permintaan investor yang “tidak seberapa” saja bisa memperdalam kekurangan, menguras stok, dan memicu gejolak lanjutan di level harga yang lebih tinggi.
Sementara itu, platinum naik 0,8% ke $2.112,56 per ons, dan palladium menguat 1,3% ke $1.727,75.(yds)
Sumber: Reuters.com
Analisis Mendalam Pasar Emas
Pergerakan harga Emas dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental dan teknikal. Berikut analisis komprehensif untuk memahami dinamika Pasar Emas terkini.
Faktor Fundamental yang Mempengaruhi Harga Emas
- Kebijakan Moneter Global: suku bunga bank sentral utama seperti The Fed mempengaruhi daya tarik Emas sebagai safe-haven asset.
- Geopolitical Tensions: Ketegangan geopolitik meningkatkan permintaan Emas sebagai aset pelindung.
- Inflasi dan Data Ekonomi: Laporan inflasi dan pertumbuhan ekonomi mempengaruhi sentimen investor terhadap Emas.
- Nilai US Dollar: Hubungan invers antara dollar AS dan harga Emas tetap menjadi faktor kunci.
Analisis Teknikal Emas
Berdasarkan data dari platform analisis terkemuka, pola teknikal menunjukkan potensi pergerakan harga dalam jangka pendek dan menengah. Support dan resistance level kunci perlu dipantau untuk menentukan entry point yang optimal.
Strategi Trading Emas
Untuk trader dan investor, penting untuk memiliki strategi yang jelas dalam trading Emas. Beberapa pendekatan yang bisa dipertimbangkan:
- Position Trading berdasarkan trend jangka panjang
- Swing Trading memanfaatkan fluktuasi harga menengah
- Hedging terhadap portofolio investasi
Outlook dan Rekomendasi
Dengan mempertimbangkan berbagai faktor fundamental dan sinyal teknikal, outlook Pasar Emas menunjukkan potensi continued volatility dengan bias positif dalam jangka menengah. Disarankan untuk selalu update dengan analisis terbaru dari sumber terpercaya.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.